Jumat, 16 Januari 2009

Goyah

saat kita merasa apa yang ada pada diri kita mulai hilang,pastilah kepercayaan diri kita akan goyah,tapi apakah semudah itu.......permasalahannya
banyak cerita orang yang patah hati,ataupun hilang semangat gara gara hal hal kecil........yang membuat itu semua goyah.....,kerap kita pun berguman" bagaimana mungkin....,koq bisa???pertanyaan pertanyaan kecil itu akan terus mencerca kita.......

ada baiknya .....kita mesti berbuat bijak dalam menghadapi sesuatu yang sekecil apapun.....agar tidak terjadi akumulasi masalah......yang membuat kita kehabian akal....................

sbener nya "Goyah",...adalah mulai rapuh nya pondasi langkah pikir kita.....,seakan tidak adalagi pegangan......,perasaan tidak percaya......yang terus mengungkung.tapi baik nya biar kita kuat dan kokoh.....marilah kita cari satu persatu duduk masalah nya,tiap orang punya cara dan sebab......yang bikin GoYaH..................tp apa aja ya?????????????????????????

Jumat, 09 Januari 2009

Bicara lah

terkadang akar permasalahan kbuntuan kita dlm berfikir adalah...........selalu takut merealisasikan ide maupun kmungkinan sebuah solusi ,untuk mnjadi tolok ukur langkah kita......entah itu bnar atau salah.Namun ini terasa akan membuat kerangka pikir kita smakin rapuh dan lemah oleh prasangka diri sendiri.
untuk itu......mulailah kita bersiap "bicara "dengan diri sendiri sebagai awal komunikasi.jangan pernah anggap spele komunikasi ini...karena akan membentuk mainset kita jadi lebih berkembang.

Rabu, 07 Januari 2009

Bingung Menentukan Sikap terhadap penilaian orang terhadap diri kita


Kita mesti intropeksi ke skitar kita


Meskipun bisa menjadi sebuah awal yang baik, perasaan bahwa kita telah mencapai sebuah kualitas diri yang menjanjikan bisa tidak berarti apa pun, bila orang lain tidak melihatnya seperti itu.
Karena, tidak boleh ada seorang pun yang demikian angkuh untuk tidak melihat perlunya peningkatan kualitas diri. Maka, perhatikanlah orang-orang di sekitar kita. Perhatikan bagaimana mereka bereaksi terhadap cara-cara yang kita gunakan. Perhatikanlah Apakah mereka lebih tersemangati, lebih hormat, dan lebih menerima anjuran orang lain? Apakah mereka bereaksi kepada orang lain, lebih baik dari apa yang kita coba untuk pengaruhkan kepada mereka?
Seraplah itu semua. Dan bila mereka bereaksi kurang baik, dan Anda risau, nikmatilah kerisauan itu. Semakin dalam kerisauan Anda, akan semakin baik upaya Anda untuk menghasilkan cara-cara baru.
Karenanya, bayangkanlah cara-cara baru, pikirkanlah hal-hal yang bisa memperbaiki cara-cara Anda, bertanyalah kepada seseorang yang ahli, membacalah, perhatikanlah cara-cara dari orang-orang efektif di sekitar Anda, dah latihlah berulang kali dalam imajinasi. Perindahlah cara-cara Anda berikutnya.
Mudah-mudahan dengan menyerap, memperindah, dan merefleksikan hasil penyerapan dan perindahan itu, kita mencapai keindahan dalam kehadiran dan interaksi kita dengan orang lain.

Selasa, 06 Januari 2009

Renungan

"bagi seseorang yang berharapan baik, kegagalan adalah tertundanya keberhasilan. Dengannya, dia selalu menetapkan pandangannya kepada kemungkinan-kemungkinan baik dibalik setiap kesulitan yang dihadapinya.
Bila dia belum berhasil mengatasi sebuah masalah, dia tidak melihat masalah itu sebagai sesuatu yang besar. Tetapi, dia melihat dirinya lah yang belum cukup besar untuk mengatasi masalah itu.
Dan karena dia bersikap baik dalam keadaan apapun, dia melihat keadaan itu sebagai tanda untuk meningkatkan kualitas pribadi dan kemampuannya. Itulah sebabnya, dia secara teratur-meskipun mungkin lambat, mengatasi masalah demi masalah yang memang sewajarnya hadir dalam kehidupan manusia." dikutip dari Om mario teguh

pasti ........kita akan menganggukkan kepala...saat yang bicara kalimat diatas adalah.......Sang motivator MArio teguh,namun akan kah ....itu bisa menyampaikan atau mengutip persepsi diatas untuk membangun main set...kita agar lebih baik,lbih maju...bahkan lebih super



jawabannya adalah.........Smua tergantung kualitas diri kita untuk mau mengatasi keterhimpitan diri